Stadium Penyakit Neuroblastoma

Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab dari penyakit Neuroblastoma ini. namun apabila diketahui sejak dini, kemungkinan untuk sembuh dari penyakit Neuroblastoma pun juga lebih besar. Untuk itulah perlu adanya upaya pencegahan dan pemeriksaan dini apabila memperlihatkan tanda-tanda dari tumbuhnya penyakit ini.

Stadium penyakit dan usia terdiagnosisnya penyakit merupakan faktor prognosis (kemungkinan sembuh) yang penting pada pasien. Penentuan stadium neuroblastoma terutama memakai stadium klinis neuroblastoma internasional, International Neuroblastoma Staging System (INSS). Klasi­ kasi stadium INSS adalah: 1. Stadium I: Tumor masih berada di organ aslinya, belum terdapat metastasis (penyebaran). 2. Stadium II: Tumor menyebar dari organ aslinya, tetapi tidak menyeberang dari garis tengah tubuh (metastasis ipsilateral).

  • Stadium IIA: Belum dijumpai keterlibatan kelenjar limfa sekitar. • Stadium IIB: Sudah dijumpai keterlibatan kelenjar limfa sekitar. 3. Stadium III: Tumor sudah menyeberang dari garis tengah tubuh (metastasis kontralateral). 4. Stadium IV: Tumor primer menyebar hingga kelenjar limfa jauh, tulang, sumsum tulang, hati, kulit atau organ lainnya menyebar jauh ke tulang. 5. Stadium IVS: Pasien dengan status stadium I atau II tetapi mempunyai penyebaran jauh ke satu atau lebih dari organ berikut: hati, sumsum tulang, dan kulit.

Kriteria Diagnosa

International Neuroblastoma Diagnostic Criteria (INDC) telah menetapkan kriteria diagnosis neuroblastoma apabila ditemukan: (1) sel unequivocal dari jaringan tumor, atau (2) sel tumor unequivocal (misalnya, sel syncitia) dari pemeriksaan sumsum tulang, (3) adanya peningkatan metabolit katekolamin, yaitu Vinyl Mandelic Acid (VMA) pada air kemih. Keterangan: * Unequivocal = tegas/jelas, Equivocal = tidak jelas/samar samar. * Sel tumor unequivocal = sel tumor yang jelas. * Sel syncitia = sel multinukleus (sel dengan banyak inti) dari sitoplasma.

Untuk anak yang menderita penyakit sejak dini memang perlu perawatan yang khusus dan harus intensif, karena itulah tugas orangtua untuk terus memantau si kecil apabila terjadi sesuatu yang janggal terutama masalah perkembangan dan pertumbuhan baik fisik ataupun psikisnya.

Sedangkan untuk anak yang akan mengikuti ujian IELTS perlu adanya persiapan yang matang. Dengan mengikuti les di tempat kursus IELTS di Jakarta yang terbaik akan menambah percaya diri anak dan bekal persiapan yang matang ketika menghadapi semua soal tes tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *