Sensasi Geber Porsche

udangan PT Euro- kars Artha Utama, kami mendapat kesempatan istimewa mencoba beragam line-up Porsche di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat (11/9). Acara driving experience yang bernama Porsche World Road Show (PWRS) ini diselenggarakan oleh Porsche AG Jerman dan Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam daftar tur.

“Melalui PWRS, saya bisa bilang kami menawarkan kesempatan langka bagi Anda untuk memacu hingga limit namun tetap aman karena dipandu oleh para instruktur terbaik yang sangat mengerti aspek teknis Porsche,” ucap Christoph Choi, Managing Director PT Eurokars Artha Utama di sela-sela PWRS, di sirkuit Sentul.

Semua model inti Porsche hadir di PWRS namun tidak seluruh submodelnya. Beberapa di antaranya 911 GT3 RS, 911 Turbo S, 911 Carrera S, 911 Targa 4 GTS, Cayman GTS, Cayman GT4, Cayenne Turbo, Cayenne GTS, Panamera Diesel, Panamera Turbo S, Boxster GTS sampai Macan S dan Macan Turbo.

Sayang sekali PWRS yang diikuti para jurnalis Indonesia ini tidak memperkenankan 2 model istimewa, 911 GT3 RS dan Cayman GT4 untuk turut dicoba. Porsche 911 GT3 RS hadir hanya untuk dipajang sementara Cayman GT4 cuma bertugas sebagai lead car yang digunakan oleh para instruktur.

Padahal keduanya merupakan mobil baru dan dirilis bulan lalu di pameran otomotif di Indonesia. PWRS terbagi dalam 4 se si yaitu slalom, penge r eman, handling dan o­ -road. Slalom menggunakan Boxter GTS. Handling yang memanfaatkan hampir seluruh sirkuit Sentul memakai 911, Panamera, Boxster, Cayman Ca yenne dan Macan dari beragam varian.

Tak kalah seru adalah o­ffroad yang memakai trek buatan. Bonusnya adalah hot laps yang disetiri oleh para instruktur. Sensasinya istimewa karena mobil-mobil yang digunakan, 911 GT3 RS, Cayman GT4, Panamera Turbo S dan Cayenne Turbo digeber dengan melakukan drifting di setiap putaran.

Menjadi Breastfeeding Father

Salah satu upaya mencegah terjadinya sindrom papa baru adalah terlibat dalam proses menyusui. Hal ini tidak diartikan Papa untuk menyusui bayi seperti halnya yang dilakukan oleh Mama. Akan tetapi Papa ikut berperan dalam hal proses mengasuh bayi di semua tahapan. Yakni dari masa hamil, kemudian dalam proses persalinan dan juga pada saat bayi lahir pun Papa juga harus berperan serta. Itulah yang disebut breastfeeding father. Lalu, apa saja bentuk-bentuk keterlibatan Papa di setiap tahapan itu? Berikut uraiannya :

– Di masa hamil. Papa ikut berinteraksi dengan janin. Usapan pada perut istri dan suara Papa ketika menyapa janin, dapat menjadi sebuah proses “perkenalan” awal yang baik. Ketika mencari fasilitas kesehatan untuk persalinan, temani istri periksa hamil dan lakukan senam hamil. Ini adalah sebuah langkah awal untuk menjadi seorang breastfeeding father. Semua hal itu bisa meningkatkan kepercayaan istri mengenai ASI-nya. Sehingga dapat menambah kenyamanan dan kedekatan hubunngan antara suami-istri. Dan hal itulah yang berdampak positif pada proses keberhasilan menyusui.

– Saat Bersalin. Pada fase ini, Papa mendampingi Mama ketika melahirkan. Setelah melahirkan, seorang mama pasti merasa lelah secara fisik dan mental. Disaat masa IMD sedang berlangsung, Papa bisa mendukung Mama dengan pujian dan kata positif. Agar percaya diri Mama meningkat untuk memahami bahwa ASI miliknya adalah hal yang terbaik.

– Setelah Bayi Lahir. Papa mampu berperan lebih luas dalam proses pengasuhan bayi dengan melakukan beberapa hal yang bersifat praktis, seperti mengganti popok, memandikan bayi, memijat bayi, menyendawakan bayi, menenangkan bayi yang sedang menangis, membawa bayi yang sedang menangis ke Mama untuk disusui, memijat pundak Mama, membawakan makanan atau minuman hangat untuk Mama, memberi pujian pada Mama, berbagi pekerjaan rumah tangga, mengurus bayi ketika Mama mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus dirinya sendiri, atau bila ada, serta mengurus kakak si bayi.

Untuk anda yang akan mengikuti tes TOEFL dapat mencari bekal dengan mengikuti kursus terbaik di tempat TOEFL IBT preparation Jakarta.

Hijaukan Kota dengan Hortikultura

Hijaukan Kota dengan Hortikultura – Lebih dari setengah populasi manu – sia menghuni kota baik di Indonesia maupun belahan bumi lainnya. Sri Hartoyo, Dirjen Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mengutip Bappenas, pada 2050 sebanyak 85% populasi Indonesia tinggal di perkotaan. Perubahan iklim di – pi cu ketersediaan air yang makin menipis, membuat pembangunan kota berkelan – jut an menjadi keniscayaan untuk men – jamin kehidupan manusia yang lebih baik. “Pembangunan perkotaan menerapkan kota hijau perlu diperhatikan. Infrastruk – tur hijau baik di luar maupun di dalam ju – ga diperlukan perhatian,” ujarnya pada Ex – po Urbanscape & Greenery 2018 di Jakarta. Hartoyo menambahkan, penataan lan – sekap perkotaan (urbanscape) yang baik tidak hanya memberi nilai estetika tetapi juga menyediakan udara yang baik dan eko sistem.

Ia menyadari, pembangunan kota hijau yang berkelanjutan perlu ko – mit men kelembagaan, program, penda – na an, dan pengelolaan, dan komitmen pengembang. “Dukungan pemerintah ber basis prakarsa pemkab/pemkot. Ke – menPUPR memberikan dukungan teknis sampai tercapainya standar pelayanan minimal,” imbuhnya. Naning Adiwoso, Chairwoman Green Buil ding Council Indonesia (GBCI) menya – takan, tanaman adalah tulang punggung kehidupan, penyuplai pangan, dan peng – hasil oksigen. Kelompok tanaman yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut ada – lah komoditas hortikultura berupa sayur – an dan buah. Apalagi, generasi milenial cen derung lebih banyak beraktivitas di dalam ruang. Keberadaan lansekap kota dan perumahan hijau yang sehat sangat penting bagi mereka. “Filosofi green building (bangunan hijau) adalah kesehatan,” ungkapnya.

Perumahan Hijau

Menurut Doni Priambodo dari Ciputra Re sidence, pengembang (developer) pe – rumahan memiliki peran besar dalam ur – banscape. Tantangan mewujudkan ur – banscape, ungkapnya, memerlukan lebih ba nyak ruang terbuka hijau (RTH) dan tanaman. “Kita bikin ecopark apakah salah satu solusi, paling nggak kita sudah investasi. Range of income-nya banyak, berbagai kalangan bisa masuk. Streetscape pen – ting. Kalau nggak diperhatikan, image de – ve loper pasti terkena,” paparnya. Saat ini Ciputra tengah membangun perumahan berkonsep ecological park (taman ekologi) yang sudah rampung 25%. Rahmat Taufik Hardi, General Manager Planning, Design, & QS Property Deve – lopment Region II PT Summarecon Agung menambahkan, perumahan ber – konsep hijau bukan berarti tersedia ta – man dan lansekap saja. Tetapi ada kebe – ra gaman, keamanan, dan toleransi an – tarpenduduk. “Hijau itu harus berkesi – nam bungan. Kawasan di Summarecon ha rus maju secara sosial dan ekonomi. Dan itu ditunjang oleh penghijauan, trans portasi dan fasilitas-faslitas yang mereka merasa dekat,” papar Taufik. Summarecon pun membuat city of neighbourhoods.

“Bagaimana klaster ini bisa mengisi satu sama lain. Klaster ini hi – dup dan tidak ditinggal penghuninya. Ba – gaimana ekonominya setelah itu?” ulasnya. Monika Indiasari, Konsultan Jakarta Ba – se yang sukses mendesain Taman Koro – nium di Brunei Darussalam menegaskan, lansekap bukan sekadar tanaman. Ada beberapa tantangan yang ditemui dalam mengembangkan urbanscape, yaitu batasan waktu, anggaran, dan kepenting – an. Terkadang ada perbedaan kepenting – an antara pemerintah dengan masyarakat pengguna ruang. Ditambah lagi, peme – liharaan lansekap yang sulit karena rumit hingga bahan pembentuk lansekap tidak tahan lama. “Perlu edukasi bahwa ruang publik adalah nilai tambah yang bisa dikembangkan di suatu kota,” cetusnya. Baik Doni maupun Taufik mengakui, tren permintaan perumahan berkonsep hijau semakin tinggi meski mereka tidak me – nam pik harga rumah yang ditawarkan ju – ga ikut naik.

“Benefit yang bisa kita da – patkan sangat banyak. Secara ekonomi pasti meningkatkan property value (nilai perumahan) sampai 20%,” urai Monika. Dengan adanya desain yang baik akan men datangkan orang-orang untuk sosia – lisasi bersama. Menerapkan konsep hijau, kata Taufik, Summarecon juga memberikan tanaman hortikultura berupa tanaman buah, se – perti jambu pada setiap orang yang mem – beli rumah di tempatnya. “Kenapa, kalau tanaman buah ‘kan disayang, dijaga,” imbuhnya. Sementara Henry Bastaman, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan – an menyatakan, sampah menjadi masalah utama urbanscape yang perlu ditangani.

“Kesadaran penduduk Indonesia terha – dap sampah sangat rendah. Infrastruktur untuk menjaga sampah belum terpenuhi de ngan baik, lokasi dan bujet untuk me – nge lola sampah relatif rendah,” im – buhnya. Survei 2016 menunjukkan, sebagian sam pah di Indonesia adalah sampah or – ganik yang berasal dari rumah tangga. “Dari 60% sampah organik itu 40%-nya sisa-sisa makanan. Yang paling kecil itu da – ri bahan-bahan nonorganik,” ungkap Henry. Pengelolaan sampah harus melibatkan semua pihak, yaitu pemerintah, masyara – kat, dan industri. “Ada 13 ribu lebih bank sampah di seluruh Indonesia. Sebanyak 179 ribu orang terlibat pengelolaan sam – pah lewat bank sampah. Ini memberikan lapangan kerja di perkotaan,” tandasnya.

RTH untuk Urban Farming

Keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta, menurut Oswar M. Mungkasa, Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup – Chief Resilience Officer (CRO) Jakarta Berketa – hanan, terkendala rendahnya kesadaran akan peran penting RTH. Terlebih, keter – sediaan lahan kosong di Jakarta sangat terbatas. “Begitu tanahnya kosong, ter – nyata sengketa atau nggak tepat jadi RTH,” katanya. Meski begitu, sambungnya, di Jakarta masih ada ruang sekitar 9,98% atau 6.000-an ha sesuai fungsi RTH. RTH yang bersifat pribadi sebanyak 14% tetapi RTH milik publik harus mencapai 20%. Oswar menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota DKI tengah menyiapkan RTH sebagai sa – rana urban farming (pertanian perko ta – an). Luasnya sekitar 1,7 ha di Grogol Selatan.

“Kita sedang mengupayakan masalah le galnya. Itu menggunakan lahan peme – rintah tapi ‘kan ada yang de jure (secara hukum) punya kita (pemerintah), de facto (faktanya) didudukin orang,” jelasnya. RTH ini diharapkan menjadi proyek percontohan tempat belajar masyarakat hingga mahasiswa dalam mengem – bangkan urban farming. “Kita ingin agar punya suatu jejaring di mana kita bisa saling interaksi dan pemerintah mem – bantu,” lanjutnya. Selain itu, Pemkot DKI telah membangun urban farming di ber – bagai tempat, seperti di rumah susun Ma – runda dan Cempaka Putih.

NaS plus-plus untuk SoHo dan Multimedia

NaS plus-plus untuk SoHo dan MultimediaDilihat dari sisi fisiknya saja, NAS yang satu ini sudah terlihat “ramai” dengan berbagai macam panel LCD, port, serta lima buah tombol yang terdapat di sisi depan. Lima buah tombol tersebut terdiri dari tombol power, up, down, enter, dan escape. Berbeda dengan tombol power, tombol up, down, enter, dan juga escape digunakan sebagai alat navigasi untuk mengoperasikan panel LCD. Panel LCD pada bagian atas sendiri menginformasikan tentang IP Address dari NAS, kondisi dan kapasitas HDD, dan kipas. Sedangkan LCD Panel pada sisi kiri akan menginformasikan tentang kondisi HDD dari tiap-tiap drive bay, kondisi jaringan, serta perangkat yang terhubung melalui port USB. Untuk media penyimpanan, NAS ini memiliki empat buah drive bay. Masingmasing drive bay tersebut dapat diisi dengan hard disk berkapasitas 4 TB.

Baca Juga : https://teknorus.com/5-game-psp-terbaik-2016/

Itu artinya, NAS ini memiliki kapasitas maksimal hingga 16 TB. Untuk meningkatkan faktor keamanan, setiap drive bay juga dibekali dengan lubang kunci. Dengan begitu, risiko kehilangan hard disk pun dapat diminimalisir. Dengan adanya empat buah drive bay, Anda dapat menggunakan konfigurasi RAID 0, 1, 5, 6, 10 dan JBOD. Untuk keperluan multimedia, sisi belakang Thecus N4800Eco dilengkapi dengan sebuah port HDMI, D-Sub, dan 3,5mm Audio-out. Dengan begitu, Anda dapat mengoneksikan monitor, TV, ataupun speaker secara langsung. Spesifikasi yang diberikan pun cukup tinggi untuk kebutuhan multimedia. Di dalamnya, tertanam sebuah prosesor Intel Atom D2701 yang berkecepatan 2,13 GHz. Intel Atom D2701 ini merupakan prosesor dual-core yang dilengkapi dengan teknologi HyperThreading sehingga performanya mampu menyaingi prosesor quad-core. Untuk mendukung performa prosesor yang digunakan, di dalamnya juga terdapat RAM DDR 3 sebesar 2 GB. Jika Anda memiliki data penting di dalam NAS, Thecus N4800Eco memiliki beberapa feature backup yang membuat data Anda aman, di antaranya feature Data Guard, Data Burn, dan Cloud Backup

Mobil Concept Masa Depan dari Daihatsu

Mobil Concept Masa Depan dari Daihatsu

daihatsu Ft Concept

PT Astra Daihatsu Motor (ADM) juga ingin menyasar seg- men Medium SUV dengan menghadirkan FT Concept. Mobil ini tentu lawan yang sepadan bagi Nissan X-Trail, Honda CR-V, dan Mazda CX-5. FT Concept mengusung desain Tough and Masculine. Ia dibangun dari platform Terios tapi dengan buritan lebih panjang agar mengangkut 7 orang penumpang. Di kabin, ia dilengkapi panoramic roof. Sementara pada trim pintu hingga ke dasbor dihias ambient cabin light berwarna biru. Mobil ini memiliki 2 fitur navigasi baik di konsol tengah maupun di spidometer untuk mendukung mobilitas pengendara.

daihatsu FX Concept

segmen Compact SUV yang tengah naik daun juga turut menarik minat PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Mereka menghadirkan Daihatsu FX Concept yang berbasis dari LCGC Daihatsu Ayla untuk mengisi celah tersebut. FX Concept hadir dengan konsep urban sporty crossover yang futuristik. Salah satu upaya ialah dengan suguhan pintu belakang model suicide door. Tidak hanya itu mobil ini juga didesain dengan kabin yang lebih pas untuk 5 penumpang dengan bagasi yang lebih besar dibanding dengan Ayla. Untuk meningkatkan keasikan berkendara, dasbor sudah dilengkapi sistem navigasi canggih. Tambahan ambient light serta aplikasi panoramic roof membuat nuansa kabin terasa lebih mewah. Sebagai compact crossover, FX Concept sangat pas bagi petualang untuk menerjang berbagai medan. Jika jadi diproduksi, kendaraan ini paling bisa terealisasi 2,5-3 tahun mendatang.

Mobil Konsep Masa Depan dari Lexus

Mobil Konsep Masa Depan dari Lexus – Bisa dibilang ini adalah kendaraan konsep paling baru dari Lexus. Debut LF-SA Concept dilakukan di Geneva Motor Show Maret lalu. Lexus LF-SA Concept diplot sebagai mobil perkotaan dengan dimensi ultra-kompak. Panjang mobil mencapai 3.450 mm, lebar 1.700 mm, dan tinggi 1.430 mm. Dari segi eksterior, beberapa unsur khas tetap diusung. Lihat saja aplikasi gril lebar dengan aksen berduri serta lampu L-shape sebagai bahasa desain global Lexus. Tambahannya tentu dengan lekuk sisi samping hingga belakang yang tegas serta penggunaa pelek dengan desain agresif. Meski terlihat mungil, LF-SA Concept sukses menyuguhkan kabin yang lapang. Upaya yang dilakukan desainer Lexus ialah dengan membuat dasbor lebih minimalis tapi membantu memberikan efek kelegaan ruang dan lebar. Seperti halnya LF-LC, mobil ini juga didesain dengan konfigurasi jok 2+2. Sistem infomasi di kabin sudah dirancang canggih, menggunakan display hologram yang terhubung dengan HUD.

lexus Future-Luxury Coupe adalah nama lengkap Lexus LF-LC. Ia adalah sport coupe hybrid yang dihadirkan Lexus Indonesia bersama dengan Lexus LF-SA Concept. Kesan modern sangat terpancar dari tampilan depan LF-LC. Lihat saja bingkai lampu utama yang berpadu dinamis dengan Lexus Spindle Grill yang besar. Sebagai tambahan, terselip pula air intake di bagian bawah bumper dengan DRL berbentuk huruf L. Sebagai sport coupe, jok di kabin LF-LC didesain dengan konfigurasi 2+2.

Meski belum mencoba mobil ini, kami cukup sangsi dengan kenyamanan penumpang belakang, mengingat ini adalah mobil 2 pintu dengan desain atap yang menukik ke belakang. Beruntung, kabin dibekali fitur melimpah. Ada dua layar berukuran 12,3 inci sebagai pusat informasi dan navigasi, plus tombol sentuh untuk mengoperasikan jendela, kaca belakang, pengaturan jok, dan entertainment system. LF-LC menggunakan Advanced Lexus Hybrid Drive untuk bermanuver. Ini adalah kombinasi mesin bakar konvensional berteknologi Atkinson dengan baterai berkekuatan tinggi. Hasilnya, mobil ini diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 438 dk. Tidak sekadar konsep, mobil ini diproyeksi akan segera diproduksi untuk meneruskan pendahulunya Lexus LFA